Wednesday, December 10, 2014

MATERI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)



DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

1.  Pengertian DBD
Suatu penyakit yang disebabkan  oleh virus Dangue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat air liur saat menghisap darah manusia . Cara Penularan DBD Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang sebelumnya telah membawa virus dengue dalam tubuhnya atau nyamuk tersebut telah menggigit pasien yang terkena demam berdarah sehingga membawa virus dari penderita demam berdarah tersebut.

2.  Penyebab DBD
Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue dan nyamuk Aedes Aegypti. Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi virus dengue mengalami infeksi oleh virus dengue yang berbeda. Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya. Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.
3.    Ciri-ciri nyamuk
a.       Corak warna hitam kecoklatan
b.      Dibagian punggungnya terlihat dua garis melengkung secara vertical
c.       Tubuh dan tungkainya ditutupi oleh sisik dengan sebuah garis berwarna putih keperakan
d.      Hidup dan berkembang biak didalam rumah dan sekitarnya (bak mandi, tempayan, drum, kaleng, ban bekas, pot tanaman air, tempat minum burung.
e.       Hinggap pada pakaian yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap dan lembab
f.        Menggigit di siang hari
g.      Kemampuan terbang kira-kira 100 meter

4Tanda Dan Gejala
           Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam tinggi terus menerus, disertai adanya tanda perdarahan, contohnya ruam. Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang. Selain itu tanda dan gejala lainnya adalah sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit kepala berat, sakit pada sendi (artralgia), sakit pada otot (mialgia). Sejumlah kecil kasus bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.
Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
• Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
• Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
• Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
• Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.

5.  Diagnosa
Penyakit demam berdarah didiagnosis dengan melihat gejala yang muncul, seperti demam tinggi dan munculnya ruam. Namun, karena gejala penyakit demam berdarah kadangkala sulit dibedakan dengan penyakit malaria, maupun demam tifoid maka biasanya pekerja medis atau dokter akan terlebih dahulu mengecek sejarah kesehatan dan perjalanan pasien untuk mencari informasi kemungkinan pasien tergigit nyamuk. Selain itu untuk mendapatkan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi umumnya dilakukan berbagai uji laboratorium. Beberapa tes laboratorium yang biasanya dilakukan adalah untuk mengetahui ada tidaknya antibodi terhadap virus dengue di tubuh pasien, menghitung titer antibodi terhadap virus dengue, dan penghitungan sel darah lengkap (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit).
6.    Tempat berkembang biak nyamuk
Ø  Tempat-tempat penampungan air
Ø  Barang-barang yang memungkinkan air tergenang

7.    Penularan
Penyakit DBD hanya dapat ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti betina. Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu mengigit dan menghisap darah orang yang mengandung virus dengue. Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan menyebar keseluruh tubuh nyamuk termasuk ke kelenjar liur nyamuk. Bila orang yang ditulari tidak memiliki kekebalan, ia akan segera menderita demam berdarah.
8.    Hal yang harus diwaspadai
o   Adanya penurunan suhu
o   Adanya perdarahan
o   Nyeri pada bagian perut yang hebat
o   Mengantuk, lemah, tidur sepanjang hari
o   Tidak nafsu makan dan minum
o   Gelisah, kulit dingin dan lembab
o   Tidak BAK 4-6 jam

9.    Tindakan pertolongan pertama
o   Beri minum sebanyak-banyaknya
o   Berikan kompres air dingin
o   Berikan obat penurun panas
o   Segera bawa ke dokter atau petugas kesehatan lainnya

10.  Cara Pencegahan DBD
Pengasapan bermanfaat membunuh nyamuk Aedes dewasa untuk mencegah penyebaran demam berdarah. Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling efektif untuk menekan demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue.  Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu:
1.  Lingkungan
Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah.

2.  Biologis
Secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri.

3.  Kimiawi
Pengasapan dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida. 

Cara pencegahan lainya, yaitu :
a.       Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup;
b.      Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang
c.       Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi.

11.    Cara Pengobatan DBD
Sampai saat ini belum ada obat yang spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi
12.    Cara penanganan pasien DBD
Antara Lain:
  1. Monitor suhu tubuh penderita setiap hari
  2. Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
  3. Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
  4. Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
  5. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
  6. Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.










Daftar Pusataka
http://piogama.ugm.ac.id/index.php/2009/02/demam-berdarah/
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm
http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Parents-Area/Parenting-Skill/Musim-Hujan-Tiba-Waspada-Demam-Berdarah
http://www.wartamedika.com/2007/11/demam-berdarah-cegah-atau-obati.html

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT ( ISPA )




ISPA

A.    Defenisi ISPA
ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah, dimana infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru (alveoli), beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk, pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, namun demikian anak akan menderita pneumonia bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat mengakibat kematian karena infeksi bisa menyerang selaput otak (Widoyono, 2005).
ISPA adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus, faring, atau laring trakea, bronchi dan alveoli Kemungkinan yang terjadi adalah dikarenakan infeksi saluran pernafasan, yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan pernafasan mereka, tidak hanya pada masa tumbuh kembang namun juga dapat berpengaruh hingga dewasa, karena penyakit-penyakit saluran pernapasan pada bayi dan anak-anak mempunyai kemungkinan menyebabkan kecacatan pada masa dewasa dikarenakan virus masuk ke paru dan merusak organ disana dan susah untuk di sembuhkan (Sutanto dan Hariwijaya, 2006).


B.     Macam-Macam ISPA
Menurut (Widoyono, 2005) Klasifikasi penyakit ISPA terdiri dari :
a.       Bukan pneumonia/ISPA ringan
Pasien dengan batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi napas dan tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah kearah dalam, tidak ada gangguan tidur, dahak/sputum encer, nafsu makan menurun/anoreksia serta suhu tubuh 37 s/d < 38 oC.

b.      Pneumonia/ISPA sedang
Didasarkan pada adanya batuk, dahak/sputum mulai kental, suhu tubuh 38 oC, tidak mau makan, sakit pada kerongkongan saat menelan, kadang sesak napas, dimana frekuensi nafas cepat pada anak berusia dua bulan sampai < 1 tahun adalah > 50 kali per menit dan untuk anak usia 1 sampai < 5 tahun adalah > 40 kali per menit dan untuk > 5 tahun sampai dewasa > 30 kali per menit seta kesulitan bernapas ditandai dengan adanya penggunaan oto bantu pernapasan.

c.       Pneumonia berat/ISPA berat
Gejala pneumonia/ISPA sedang ditambah dengan gejala panas tinggi (suhu tubuh > 38 oC), napas berbunyi, kadang disertai penurunan kesadaran dan perubahan bunyi suara (stridor).



C.    Penyebab ISPA
Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus. Diagnosis yang termasuk dalam keadaan ini adalah rhinitis, sinusitis, fharingitis, tonsillitis  dan laryngitis (Sutanto dan Hariwijaya, 2006).
Sedangkan menurut (widoyono, 2005) penyebab ISPA terdiri dari :
a. Bakteri
:
Diplococcus pneumuniae, Pneumococcus, Strepcoccus pyogenes, Staphylococcus aureu, haemophilus influenza, dan lai-lain.
b. Virus
:
Influenza, adenovirus, sitomegalovirus.
c. Jamur
:
Aspergilus sp, Candida albican, Histoplasma, dan lain-lain.
d. Aspirasi
:
Makanan, asap kendaraan bermotor, bahan bakar minyak (BBM) biasanya minyak tanah, cairan amnion pada saat lahir, benda asing misalnya biji-bijian, mainan plastic kecil dan lain-lain.
D.    Cara Penularan ISPA
1.   Penularan ISPA biasanya melalui medium kontak langsung seperti air ludah, darah, bersin, udara pernafasan yang mengandung kuman terhirup oleh orang sehat
2.  Asupan gizi dan nutrisi tubuh yang kurang
3.  Lemahnya sel imun tubuh terhadap kuman penyakit sehingga kuman bebas masuk dan melakukan peradangan pada organ tubuh
4. Tempat tinggal dan lingkungan sekitar yang tidak sehat, dimana telah tercemar oleh kuman penyakit baik dari udara maupun air serta makanan.
E.     Tanda dan Gejala ISPA
a.   Demam
Seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh mencapai > 37 oC
b.  Batuk,
merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan. Batuk bisa disetai dahak(sputum) dengan konsentasi encer hingga kental
c.   Sakit pada kerongkongan
Hal ini menandakan adanya peradangan/inflamasi pada kerongkongan, pasien akan merasakan nyeri saat menelan serta perubahan suara
d.   Meningismus
Adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi selama periodik mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
e.   Anorexia.
Biasa terjadi pada semua yang mengalami sakit, dimana akan menjadi susah makan dan bahkan tidak mau minum. Pada anak akan menjadi rewel dan sering menanggis (Whaley and Wong; 1991; 1419).




F.     Akibat Lanjut ISPA
1.   Infeksi pada paru
Kuman penyebab ISPA akan masuk lebih dalam kesaluran pernapasan yaitu bronkus dan alveoli sehingga menginfeksi bronkus dan alveoli sehingga pesien akan sulit bernapas kerena adanya sumbatan jalan napas oleh penumpukan secret hasil produksi kuman pada rongga paru.
2.   Infeksi selaput otak
Kuman juga mampu menjangkau selaput otak sehingga menginfeksi selaput otak dengan menumpukan cairan yang mampu berakibat meningitis.
3.   Penurunan Kesadaran
Infeksi dan penumpukan cairan pada selaput otak menyebabkan terhambatnya suplay oksigen dan darah ke otak
4.   Kematian
Penangganan yang lama dan tidak tepat pada pasien ISPA mampu memperlambat dan merusak seluruh fungsi tubuh oleh kuman sehingga pasien akan mengalami henti napas dan henti jantung

G.    Pencegahan
Pencegahan infeksi saluran pernafasan atas dapat dilakukan sendiri dengan :
1.   Menjaga keadaan gizi anggota keluarga agar tetap baik dan memberikan ASI eksklusif pada bayi
2.   Menjaga pola hidup bersih dan sehat, istirahat/tidur yang cukup dan olah raga teratur
3.  Membiasakan cuci tangan teratur menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer terutama setelah kontak dengan penderita ISPA. Ajarkan pada anak untuk rajin cuci tangan untuk mencegah ISPA dan penyakit infeksi lainnya
4.   Melakukan imunisasi pada anak anda
5.   Hindari kontak yang terlalu dekat dengan penderita ISPA
6.   Hindari menyentuh mulut atau hidung flu
7.   Apabila sakit, gunakanlah masker dan rajin cuci tangan agar tidak menulari anak atau anggota keluarga lainnya
8.   Upayakan ventilasi yang cukup dalam ruangan/rumah

H.    Penatalaksanaan
1. Medis
a). Suportif :
Ø  meningkatkan daya tahan tubuh berupa Nutrisi yang adekuat,
Ø  pemberian multivitamin dll.
b). Antibiotik :
Ø  Idealnya berdasarkan jenis kuman penyebab utama ditujukan pada S.pneumonia, H. influensa dan S. aureus.
Ø  Menurut WHO : Pneumonia rawat jalan yaitu kotrimoksasol, Amoksisillin, Ampisillin, Penisillin Prokain, Pnemonia berat : Benzil penicillin, klorampenikol, kloksasilin, gentamisin.
Ø  Antibiotik baru lain : Sefalosforin, quinolon dll.

2. Perawatan lain yang dapat di lakukan sendiri di rumah, yaitu :
1.   Mengatasi panas atau demam
Demam dapat di tangani dengan memberikan obat penurun demam atau kompres

2.   Mengatasi batuk
Disarankan untuk memberikan obat tradisional yang bisa di buat sendiri, yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampurkan dengan madu atau kecap ½ sendok teh. Ramuan ini diberikan 3x sehari
3.   Makanan
Berikan makanan dengan kualitas gizi cukup, sedikit–sedikit tapi di ulangi lebih sering daripada biasa. ASI pada bayi tetap di berikan
4.   Minuman
Berikan cairan berupa air putih hangat, buah lebih banyak dari biasanya untuk mengencerkan dahak dan menambah cairan bagi yang kekurangan cairan
5.   Gaya hidup
·         Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal
·         Pada penderita pilek, selalu bersihkan hidung dari ingus. Ini akan mempercepat penyembuhan dan bisa menghindari komplikasi yang mungkin muncul
·         Usahakan untuk mendapatkan ventilasi yang cukup dan mencegah adanya asap yang dihirup, tidak terkecuali melarang orang merokok di sekitar anak

Daftar Pustaka
Corwin, Elizabeth J. 2000. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC
Husodo, Sosro., Sugiyo, Teha. 1985. Penyakit Menular, Cara Pencegahan dan Cara
Pengobatannya. Bandung : Alumni
Ronald. 2006. Obat-obatan Ramuan Tradisional. Bandung : Yrama Widya [diakses 26 Juni
2011]